Senin, 22 Oktober 2018


TUJUAN PENDIDIKAN “DIVERSIVIKASI”
SIFAT-SIFAT ORANG MUKMIN
Q.S FATH AYAT 29
Disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah: TafsirTarbawi
Dosen Pengampu: M Ghufron, M.si
Disusun Oleh:
Qurrota ‘Ayuni           2117138

KELAS D
FAKULTAS TARBIYAH/PAI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
PEKALONGAN
2018




KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil’alamiin puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan karunia, hidayah, dan juga nikmat yang tak terhingga kepada kita semua, sehingga kita dapat menyelesaikan makalah ini tanpa suatu halangan apapun.
            Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan nabi kita Nabi Agung Muhammad SAW dan semoga kita termasuk umatnya yang mendapatkan syafa’atnya kelak di yaumil akhir.
            Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada kedua orangtua kami, dosen pengampu, serta teman-teman seperjuangan yang telah banyak membantu dalam pembuatan makalah ini, semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua dan juga untuk penulis.
Makalah ini berisi tentangSIFAT-SIFAT ORANG MUKMIN yang dimanadidalamnyaberisitentangsiapaituorangmukmin, dalilsifatorangmukmin, danaplikasisifatorangmukmindalamkehidupan.

Kami selaku penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya jika terdapat kata-kata yang kurang berkenan bagi pembaca, karena kami sadar kami jauh dari kata sempurna.

Pekalongan,    Oktober 2018

Penyusun






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
     Dalam kehidupan manusia tidak akan mungkin bisa lepas untuk mencari hakikat kebenaran. Dalam kesahariannya manusia dihadapkan pada berbagai macam persoalan yang membutuhkan penyelesaian. Semakin berkembangnya zaman persoalan hidup manusia menjadi lebih kompleks dan manusia sulit mengatasi hal tersebut. Di saat manusia tidak dapat menyelesaikan persoalan hidupnya ia akan mencari pelampiasan karena hal tersebut. Seperti contohnya mengkonsumsi narkoba, minum-minuman kerasa, bermain judi, dan lain sebagainya. Dan kadang mereka juga sampai menghabisi nyawa mereka sendiri karena masalah yang tak kunjung terselesaikan.
     Disinilah kita dapat mengetahui sifat-sifat orang mukmin. Bagaimana orang mukmin mengatasi persoalan dalam hidupnya dan menyelesaikan masalah dalam hidupnya. Ketika seseorang telah mampu memahami dan menerapkan konsep sifat orang mukmin di dalam hidupnya maka ia akan dimudahkan mengatasi persoalan hidupya. Jadi sifat orang mukmin itu sangat penting bagi manusia agar manusia senantiasa selalu mendekat kepada Allah SWT dan menjadi hamba yang beriman dan bertaqwa.

B.     Rumusan Masalah
1.      Siapaorangmukmin?
2.      Bagaimanadalilsifat-sifatorangmukmin?
3.      Bagaimanavisualisasiorangmukmindalamkehidupansehari-hari?

C.     Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Mengetahui siapaituorangmukmin
2.      Mengetahuidalilsifat-sifatorangmukmin
3.      Mengetahuivisualisasiorangmukmindalamkehidupansehari-hari





BAB II
PEMBAHASAN

A.    SiapaOrangMukmin
            Mukmin/Mu’min (bahasa Arab: مؤمن) adalahistilah Islam dalambahasa Arab seringdisebutdalam Al-Qur’an yang artinya “orangberiman”. Orangmukminadalahorang yang taatkepada Allah SWT dengansebenar-benarnya.Dalamartiansenantiasamenjalankanperintah-Nyadanmenjauhilarangan-Nya.Dan berjihaddenganharta, jiwamerekapadajalan Allah SWT.Adapunsifat-sifatorangmukmin, yaitu:
1.      Orangmukminakangemetarhatinyaapabilamendengarnama Allah SWT danayat-ayat Al-Qur’an.
2.      Orangmukminselalutolong-menolongdanberamalsholeh.
3.      Orangmukminmemiliki rasa takutdidalamhatinya.
4.      Senangmembacadanmemahamimakna Al-Qur’an.
5.      Tawakkalhanyakepada Allah.
6.      Selalumendirikansholat.
7.      Sukabersodaqah.[1]  
B.     DalilSifat-SifatOrangMukmin
      Q.S Al-Fathsurat 48 ayat 29
Terjemahan: “ Muhammad ituadalahutusan Allah danorang-orangbersamadengandiaadalahkerasterhadaporangkafir, tetapiberkasihsayangsesamamereka, kamulihatmerekarukukdansujudmencarikarunia Allah dankeridhaanNya, tanda-tandamerekatampakpadamukamerekadaribekassujud. Demikianlahsifat-sifatmerekadalamTauratdansifat-sifatmerekadalamInjil, yaiusepertitanaman yang mengeluarkantunasnyamaka tunas itumenjadikantanamanitukuatlalumenjadikanbesarlahdiadantegaklurusdiataspokoknya, tanamanitumenyenangkanhatipenanam-penanamnyakarena Allah hendakmenjengkelkanhatiorang-orangkafirdengan (kekuatan) mereka (orang-orangmukmin). Allah menjanjikankepadaorang-orang yang berimandanmengerjakanamal yang shalihdiantaramerekaampunandanpahala yang besar.” (Al-Fath: 29)
Tafsirayat:
1.      Tafsir Al-Maraghi
            Setelah Allah SWT menyebutkanbahwaDiamengutusRasulNyadenganmembawapetunjukdan agama Islam, supayaDiameluhurkanderajat agama tersebutatassemua agama-agama yang lain, makadilanjutkandenganmenerangkanihwalrasuldanumatyagkepadaiadiutus. Allahmenggambarkanmerekadengansifat-sifat yang seluruhnyaterpujidanmerupaknperingatanbagigenerasisesudahmerekadandengansifat-sifatitulahmerekadapatmenguasaibangsa-bangsa lain danmemilikinegeri-negerimereka, bahkanmenggenggamtampukkepemimpinanseluruhdunia, yaitu:
a.       Bahwa mereka bersikap keras pada siapapun yang menentang agamaNya dan mengajak bermusuhan dan bersifat belas kasihan sesama mereka.
b.      Bahwa mereka menjadikan shalat da keikhlasan kepada Allah sebagai kebiasaan mereka pada kebanyakan waktu.
c.       Bahwa mereka dengan amal mereka mengharapkan pahala dari Tuhan mereka da kedekatan disisiNya serta keridhaanNya.
d.      Bahwa mereka mempunyai tanda yang dengan itu mereka mudah dikenal. Yakni bahwa mereka bercahaya pada wajah mereka, khusuk dan tunduk yang bisa dikenali oleh orang yang cerdas.[2]
2.      TafsirKemenag
            Ayat ini menerangkan bahwa Muhammad saw adalah rasul Allah yang diutus kepada seluruh umat. Para sahabat dan pengikut Rasul bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi lemah lembut terhadap sesama mereka. Firman Allah: Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah. (al-Ma'idah/5: 54) Rasulullah bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kasih mengasihi dan sayang-menyayangi antara mereka seperti tubuh yang satu; bila salah satu anggota badannya sakit demam, maka badan yang lain merasa demam dan terganggu pula. (Riwayat Muslim dan Ahmad dari an-Nu'man bin Basyir) Orang-orang yang beriman selalu mengerjakan salat dengan khusyuk, tunduk, dan ikhlas, mencari pahala, karunia, dan keridaan Allah. Tampak di wajah mereka bekas sujud. Maksudnya ialah air muka yang cemerlang, tidak ada gambaran kedengkian dan niat buruk kepada orang lain, penuh ketundukan dan kepatuhan kepada Allah, bersikap dan berbudi pekerti yang halus sebagai gambaran keimanan mereka. Mengenai cahaya muka orang yang beriman, 'Utsman berkata, "Adapun rahasia yang terpendam dalam hati seseorang; niscaya Allah menyatakannya pada raut mukanya dan lidahnya." Sifat-sifat yang demikian itu dilukiskan dalam Taurat dan Injil. Para sahabat dan pengikut Nabi semula sedikit dan lemah, kemudian bertambah dan berkembang dalam waktu singkat seperti biji yang tumbuh, mengeluarkan batangnya, lalu batang bercabang dan beranting, kemudian menjadi besar dan berbuah sehingga menakjubkan orang yang menanamnya, karena kuat dan indahnya, sehingga menambah panas hati orang-orang kafir. Kemudian kepada pengikut Rasulullah saw itu, baik yang dahulu maupun yang sekarang, Allah menjanjikan pengampunan dosa-dosa mereka, memberi mereka pahala yang banyak, dan menyediakan surga sebagai tempat yang abadi bagi mereka. Janji Allah yang demikian pasti ditepati.[3]
3.      Tafsir Al-Lubab
            Akhirnyasurahiniditutupdenganmenegaskanbahwa “nabi Muhammad saw adalahutusan Allah swt yang diutusmembawarahmatbagiseluruhalam”.Adapunorang-orang yang bersamadenganbeliauyakinsahabat-sahabatNabisertapengikut-pengikutsetiabeliau, makamerekaituialahorang-orang yang bersikapkeras, yaknitegas, tidakberbasa-basi yang mengorbankanaqidahterhadaporang-orangkafirtanpakeluardarikoridorrahmatrisalahini.
            Walau mereka bersikap tegas, namun lanjutan ayat ini “mereka berkasih sayang antar sesama kaum beriman. Engkau, siapapun engkau, di mana dan kapanpun, akan selalu melihat mereka rukuk dan sujud. Itu mereka lakukan dengan tulus ikhlas, demi mencari karunia Allah swt dan keridhaanNya yang agung. Dengan sifat-sifat itu Allah swt pada akhirnya menjengkelkan hati orang-orang kafir yakni dengan pertumbuhan, perkembangan, dan penambahan jumlah dan kekuatan kaum mulsim. Allah menjanjikan untuk orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeeh diantara mereka yang bersama Nabi Muhammad serta siapa pun yang mengikuti cara hidup beliau akan mendapat ampunan dan pahala yang besarjumlah dan kekuatan kaum muslim. Allah menjanjikan untuk orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal sholeh diantara mareka yang bersama Nabi Muhammad serta siapa pun yang mengikuti cara hidup beliau akan mendapat ampunan dan pahala yang besar.[4]
C.    VisualisasiOrangMukmindalamKehidupan
            Sifatmukminsangatpentingdalammenjalankankehidupan.Tanpakitamemilikisifatmukminamalibadah yang kitakerjakanakansia-siabahkantidakakansampaikepada Allah swt.Karenaapabilakitamenanamkansifatmukminpadadirikita, makadalammenjalankankehdupankitaakanmerasakanketenangan. Karena yang adadalamhatidanpikirankitahanyaselalumengingat Allah danakanberusahauntukselalumenjalankanperintahNya. Sehinggaapabilakitaakanmelakukanperbuatan yang tercela, hatidanpikiranakanmengingatkankepadakitabahwa Allah tidakpernahtidurdan Allah jugatahusegalaperbuatankita.
Beberapavisualisasiorangmukmin, yaitu:
1.      MempertebalkeyakinankepadaAllah swtdalamhalberagamasebagaiwujudpenghambaankepada sang MahaKuasa.
2.      Mau berjuangdijalan Allah (jihad) untukhalkebaikanapapunlewatcara yang benardansesuaidengansyariat agama islamtidakdengancararadikal.
3.      Merasatakutdalamhidupdiduniawujud rasa takutkepada Allah swtkarenamanusiabelumadaapa-apanyadibanding Allah SWT sebagaipenciptaalamsemesta.
4.      Hatinyamerasabergetarketikamembaca/dibacakanayat-ayatsuci Al-Qur’an sebagaitambahansuntikankeimanan.
5.      Tawakkalkepada Allah dalammemlakukansuatuhalsecaramaksimalsetelahikhtiardanberdoasemaksimalmungkinnantinyahasiltetappada Allah SWT dengantawakkal.
6.      Mendirikan sholat dengan baik dan dengan sebenar-benarnya tepat pada waktunya.
7.      Senang berinfak sebagai wujud rasa syukur pada Allah atas segala rezeki yang telah diberikan Allah SWT serta untuk berbagi dengansesama manusia.[5]



BAB III
PENUTUP
                                                                            
A.    Kesimpulan
       Imanmerupakankeyakinanteguhtanpadicampurikebimbangankarenadiameyakinibahwa Allah ituadadanmengutusrasul-Nyasertamenurunkannyakitabsuciuntukmembimbingmanusia.Orangmukminadalahorang yang senantiasataatkepada Allah swt.Dalamartidiasenantiasamenjalankanperintah-Nyadanmenjauhilarangan-Nya sera berjihaddenganhartadanjiwamerekapadajalan Allah swt.
       Dalam al-qur’ansurah Al-Fathayat 29 telahdijelaskanbahwasifatorangmukminituadalahdiamenentangterhadaporang-orangkafirtetapiberkasihsayangterhadap sesame manusia.Danmerekamencarikeridhaan Allah dankarunia-Nyadengantanda-tandapadawajahmerekadaribekassujud.




















DAFTAR PUSTAKA

Al-Maraghi, Ahmad Musthofa. 1989. Tafsir Al-Maraghi, cet 1. Semarang: CV       Tohaputra Semarang.


Ikhwan, OrangMukmindanPengertianMukmin.http://ikhwan-            perbaungan,blogspot.co.iddiaksespadatanggal 11 Oktober jam 19.40.

Shihab, M. Quraish. 2012. Al-LubabMaknaTujuandanPelajarandariSurah-Surah   Al-Qur’an. Tanggerang: LenteraHati.






















           





[1]Ikhwan,Orang Mukmin dan Pengertian Mukminhttp://ikhwan-perbaungan,blogspot.co.id. Diakses pada tanggal padatanggal 11 Oktober jam 19.40 WIB.
[2]Ahmad Mustafa Al-Maraghi,  Terjemah Al-Maraghi, (Semarang:Toha Putra, 1986),hlm.194.
[4]M.Quraish Shihab, AL-LUBAB (Makna, Tujuan dan Pelajaran dari Surah-surah Al-Qur;an), (Tangerang: Lentera Hati, 2012)Cet.I, hlm.717.
[5]Ikhwan, OrangMukmindanPengertianMukmin.http://ikhwan-perbaungan,blogspot.co.iddiaksespadatanggal 11 Oktober jam 19.40.

0 Comments:

Post a Comment



TTD 24.Tujuan Pendidikan “Diversifikasi” Merubah Keadaan (Nasib) QS. AR-RA’D 13 : 11

Tujuan Pendidikan “Diversifikasi” Merubah Keadaan (Nasib) QS. AR-RA’D 13 : 11 Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah : Tafsir Tar...

By :
Free Blog Templates